Selasa, 18 Agustus 2009
Negara Facebook Menguasai Dunia
BERSYUKUR !
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan.
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu
Karena itu memberi kesempatanmu untuk belajar.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit.
Dimasa itulah kamu tumbuh.
Bersyukurlan untu keterbatasanmu.
Karena itu memberi kesempatan untuk berkembang.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat .
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih.
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik.
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif.
Temukan cara bersyukur akan masalah-maslahmu dan semu itu akan menjadi berkah bagimu.
Renungan ini ditemukan dalam tumpukan kertas di rumah, entah siapa yang membuatnya.
Semoga bermanfaat!
Sabtu, 08 Agustus 2009
7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat
Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.
Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.
Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.
Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.
Dikutip dari Prevention, Jumat (7/8/2009), ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.
1. Tidak mengonsumsi alkohol
Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.
2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.
3. Sering membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.
4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.
5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.
6. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.
7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.
Senin, 27 Juli 2009
Dunia Kita; Dunia Persepsi
Sepanjang hidup, kita telah menyaksikan berbagai macam pemandangan; taman-taman yang indah, lautan yang membiru, pepohonan yang menghijau, pegunungan yang menjulang tinggi, dan orang-orang yang kita cintai. Kita juga telah banyak mendengar berbagai macam bunyi, mencium berbagai bau, mengecap berbagai citra rasa makanan dan merasakan berbagai macam sentuhan. Semua kejadian ini kita anggap sebagai sesuatu yang benar-benar wujud di luar kita, dan begitulah yang kita yakini selama ini. Akan tetapi kita tidak pernah berfikir bagaimana dan di mana semua hal ini terjadi, apakah semua ini benar-benar ada di luar diri kita ataukah tidak?
Sejauh ini, kita telah lupa bahwa semuanya hanya terjadi di dalam imajinasi kita, di dalam otak kita. Semua yang terjadi di dalam hidup kita; perasaan dan persepsi kita tentang dunia luar hanya berupa susunan sinyal-sinyal listrik dan otak kitalah yang membuat sinyal-sinyal ini penuh makna dalam hidup kita. Otaklah yang menerjemahkan semua sinyal-sinyal ini menjadi penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, pengecap, warna, cahaya dan bunyi-bunyian.
Ketika kita masih duduk di sekolah menengah atas, kita diberitahu bahwa sepanjang hidup kita, kita hanya bergantung pada lima panca indra kita. Ketika ada orang yang menanyakan pada anda, dengan apa anda melihat, anda mungkin akan mejawab “saya melihat dengan mata saya”. Akan tetapi jawabannya tidak sesederhana itu.
Proses melihat terjadi ketika cahaya dipantulkan dari sebuah benda melewati lensa mata dan menimbulkan bayangan terbalik di retina yang berada di belakang otak. Setelah melewati proses kimiawi yang ditimbulkan oleh sel-sel kerucut dan batang retina, penglihatan ini pun berubah menjadi implus listrik. Implus ini kemudian dikirim melalui sambungan di dalam sistem syaraf ke belakang otak. Kemudian otak menerjemahkan aliran ini menjadi sebuah penglihatan tiga dimensi yang penuh makna.
Sistem pendengaran pun terjadi dengan cara yang sama, telinga menangkap bunyi di sekeliling kita dan mengirimnya ke telinga bagian tengah, telingah bagian tengah memperbesar getaran suara ini dan mengirimkannya ke telingah bagian dalam, telinga bagian dalam menerjemahkan getaran-getaran suara tadi menjadi sinyal-sinya listrik dan selanjutnya diteruskan ke otak, kemudian diteruskan ke pusat pendengaran di otak. Dan begitu pun dengan proses panca indra lainnya, semuanya hanyalah kumpulan sinyal-sinyal listrik yang diterjemahkan di dan oleh otak.
Selama ini, kita berkeyakinan bahwa dunia ini benar-benar wujud di luar diri kita, akan tetapi dunia ini hanya ada di dalam diri kita sendiri. Ketika anda melihat layar komputer, anda tidak melihatnya di luar diri anda melainkan anda hanya melihat salinannya di dalam otak anda. Anda tidak akan pernah mampu untuk membuktikan apakah komputer tersebut benar-benar wujud di luar otak anda. Begitu pun dengan suara yang anda dengar, anda tidak akan penah mendengar suara sejati yang ada di luar otak anda. Di luar otak anda hanya terdapat gelombang-gelombang elektromagnetik dan gelombang inilah yang diterjemahkan oleh otak sebagai bunyi.
Segala hal yang kita saksikan di sepanjang hidup kita, semuanya hanya terjadi di dalam otak kita. Apa yang kita sebut sebagai “Dunia Kita” hanyalah koleksi dari semua persepsi yang digabungkan dengan satu cara yang penuh arti dan di lihat dari sebuah layar di dalam otak kita. Seumur hidup, kita tidak akan pernah mampu membuktikan wujud material yang sesungguhnya. Karena kita hidup hanya dalam dunia persepsi. Walaupun semuanya hanyalah persepsi-persepsi, akan tetapi persepsi ini tampak seperti nyata dan kita tidak pernah menyadari jika semuanya hanyalah kumpulan persepsi.
Untuk membuktikan bahwa dunia yang kita jalani hanyalah dunia persepsi. Mari kita telaah tentang mimpi. Di dalam mimpi kita juga merasakan apa yang kita rasakan di dunia yang kita anggap nyata, seperti menyentuh benda-benda, memakan makanan, ngobrol bersama teman, chatingan, menonton film dan lain sebagainya. Bahkan mimpi bisa mempengaruhi psikologis jiwa kita.
Descartes pun menyatakan: “Di dalam mimpiku, aku melihat diriku berjalan ke suatu tempat, tatkala aku bangun aku sadar aku tidak kemana-mana tapi aku tetap di sini, dan aku mendapatkan diriku tetap berbaring di tempat tidurku. Siapa yang bisa menjamin bahwa saat ini aku tidak sedang bermimpi atau hidupku saat ini bukanlah sebuah mimpi?”
Apa yang membedahkan kehidupan nyata dengan mimpi? tidak ada perbedaan, semuanya terjadi di dalam otak kita. Kita baru sadar bahwa itu adalah mimpi hanya ketika kita terjaga. Perkembangan teknologi pun telah membuktikan hal ini, simulator contohnya, dengan bantuan topi yang di lengkapi dengan kacamata dan sarung tangan, seseorang mampu merasakan gambar 3 dimensi yang benar-benar nyata dan membayangkan dirinya berada di suatu tempat di dalam gambar tersebut. Sepanjang hidup, kita tidak akan pernah mampu keluar dari otak kita. Dan kita hanyalah manusia yang seumur hidupnya terus hidup dalam tataran persepsi di dalam otak.. Inilah The Brain Man; Manusia Otak.
Tetapi bagaimanakah semuanya terjadi, otak kita hanyalah segumpal daging yang terdiri dari air, lipid, protein dan zat-zat lainnya. Bagaimanakah seonggok daging lembek ini bisa mengetahuai sinyal mana yang diterjemahkan menjadi suara, pemandangan, citra rasa buah dan bau-bauan, padahal di dalam otak kita tidak ada cahaya, suara dan bau? Siapakah yang mendengar suara-suara dari luar jendela padahal otak kita kedap bunyi? Siapakah yang merasakan sensasi seperti panas, dingin, dan kejauhan? Siapakah yang merasakan manisnya kue, pekatnya kopi, dan asinnya garam? Jelaslah, bahwa bukanlah otak yang merasakan semuanya. Pastilah ada wujud lain selain otak yang merasakannya.
Satu-satunya sumber yang dapat menjawab hal ini adalah agama. Al-Qur’an menerangkan bahwa Allahlah yang telah menciptakan mansia yang terdiri dari fisik dan kemudian meniupkan ruh padanya. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (al-Hijr; 28-29)
Melalui ayat ini kita mengerti bahwa yang merasakan semua persepsi ini adalah ruh kita yang telah diberikan Allah kepada semua makhluk hidup. Setiap mansia mempunyai ruh yang dapat melihat dunia ini tanpa mata, mendengar tanpa telinga, mengecap tanpa lidah, merasa tanpa kulit dan mencium tanpa hidung.
Akan tetapi ada pertanyaan selanjutkan yang akan muncul, bukankah ruh kita menyaksikan semuanya juga melalui otak kita? Namun siapakah yang menciptakan semua citra dalam otak sehingga dapat dirasakan oleh ruh kita? Apakah otak sendiri mampu menciptakan pemandangan, citra rasa, halusnya sentuhan dan bunyi yang menentramkan jiwa? Wujud yang memperlihatkan semua pemandangan ini adalah Allah, Tuhan semesta alam. Dan Allah menciptakan semua citra di dalam otak manusia hanya berupa penampakan-penampak an, citra-citra dan persepsi-persepsi, ini bagaikan pancaran gelombang radio dan televisi, selagi ada gelombang maka televisi dan radio dapat menampilkan gambar, suara dan kejernihan jarak.
Begitulah kehidupan kita, semuanya hanyalah persepsi yang terus menerus di pancarkan Sang Pencipta. Ketika persepsi ini dihentikan, maka berarti kita telah meninggal dunia, dan selanjutnya kita akan diperlihatkan persepsi-persepsi dan dimensi yang berbeda, dan semuanya dalam satu cara; melalui pikiran kita. Allahu’alam.
Kairo, Selasa 21 Juli 2009
Senin, 20 Juli 2009
STRATEGI MENGATASI MASALAH LOVE & RELATIONSHIP ADDICTION
1. PEMULIHAN DIRI menjadi prioritas utama
2. Utamakan kebutuhan diri sendiri:
• lebih fokus untuk bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri yang selama di dalam relationship terabaikan.
• Fokus kepada proses tumbuh kembang diri sendiri misalnya: penuhi apa yang selama ini anda merasa tidak layak atau kurang terhadap diri sendiri
• Cermati apakah ada tugas-tugas perkembangan yang belum terpenuhi di dalam perjalanan hidup anda selama ini.
3. Bila kebutuhan diri sendiri sudah terpenuhi maka otomatis anda tidak lagi butuh pencarian rasa aman dan nyaman bagi diri sendiri dari orang lain dengan cara mencoba untuk merubah orang lain. Dengan demikian anda bisa mulai belajar untuk tidak mengendalikan dan /atau hidup orang lain.
4. Berani menghadapi berbagai problema, isu atau masalah apapun yang datang dalam kehidupan.
5. Kembangkan sisi “spiritualitas” : Cari tahu hal-hal yang bisa membuat anda merasa damai, tenang dan membuat komitmen untuk melakukan hal tersebut paling tidak setengah jam setiap hari.
6. Belajar untuk tidak “terperangkap” dalam pola permainan di dalam relationship anda; Hindari peran-peran yang membahayakan diri anda yang selama ini selalu di perankan dalam relationship, misalnya: “rescuer” (=helper); “persecutor” (=blamer); “victim” (=helpless one).
7. Bergabung dalam support group yang memiliki problema sama
8. Berbagi dengan orang lain pengalaman anda dan apa yang sudah didapatkan dari pengalaman tersebut
9. Meminta bantuan professional
Kapan anda membutuhkan bantuan professional??
1. Bila anda merasa tidak bahagia didalam sebuah relationship namun tidak yakin apakah anda harus menerima seperti apa adanya, atau membuat satu upaya untuk memperbaikinya atau keluar dari relationship tersebut.
2. Bila anda sudah memastikan bahwa anda harus mengakhiri relationship tersebut, dan anda pernah mencobanya namun tidak berhasil.
3. Bila anda mengenali bahwa keberadaan anda di dalam relationship tersebut untuk berbagai alasan yang salah, misalnya: merasa bersalah, atau takut kesepian dan kesendirian, dan anda tidak mampu untuk merasakan dampak dari perasaan2 tersebut diatas.
4. Bila anda mengenali bahwa anda memiliki satu pola untuk tetap berada di dalam satu relationship yang tidak baik dan anda tidak mampu untuk merubah pola tersebut didalam kehidupan anda.
“To free us from the expectations of others, to give us back to ourselves--there lies the great, singular power of self-respect.” -- Joan Didion
Semoga bermanfaat!
Diambil dari berbagai sumber.
Minggu, 19 Juli 2009
LOVE & RELATIONSHIP ADDICTION
Karakteristiknya:
• Dipenuhi dengan berbagai harapan yang sifatnya bentuk keputus asaannya
• Ketakutan2 yang tidak ada putusnya:
-. Takut di tolak
-. Takut merasa sakit
-. Takut memiliki pengalaman2 yang tidak dikenali
-. Tidak memiliki keyakinan bahwa dirinya memiliki banyak kekuatan dan/atau hak untuk bisa menginspirasikan cintakasih, mendapatkan cinta yg tulus.
• Hubungan cenderung menjadi semakin destruktif bila kedua sejoli ini sama-sama memiliki kecendrungan ‘love addiction’
• Sebuah hubungan yang sifatnya love addictioan, membuat orang berhenti menjadi diri sendiri dan cenderung kehilangan berbagai ragam perasaan dan emosi yang sehat, karena sudah tidak ada kesatuan antara pikiran dan perasaaannya.
• Mempunyai kebutuhan yang tinggi untuk selalu bertemu, bersama dan memiliki pasangannya dan cenderung memaksakan kehendaknya agar kebutuhan tersebut terpenuhi atas nama CINTA.
• Oleh karena itu pikiran2nya dipenuhi dengan obsesif dan kompulsif – ”Kamu adalah milikku satu-satunya, tanpa dirimu aku tidak bisa hidup”
Dampak dari Love Addiction:
1. Terobsesi untuk mendapatkan cinta yang terbaik dari seseorang
2. Adanya kendala dalam proses tumbuh kembang diawal kehidupannya, maka identitas dirinya cenderung melekat pada identitas kekasihnya.
3. Rasa kebergantungan tersebut membuat dirinya selalu merasa bangga dengan apa yang dicapai oleh kekasihnya: -- terkadang terlalu menuntut diri sendiri dan merasa tidak layak untuk dihargai oleh kekasihnya.
4. Ketakutan untuk melakukan perubahan – menahan tumbuh kembang dirinya, selalu mencari rasa aman dan nyaman dengan cara percaya bahwa semua itu bisa dapatkan dari kekasihnya. Sehingga tumbuh kembang dalam berbagai kemampuan, minat dan keinginan2 nya di tekan sekali.
5. Kebutuhan besar akan rasa aman menjadikan dirinya licik secara emosional – akan melakukan apa saja bagi kekasihnya selama itu akan mengamankan cinta kasihnya (menurut love addict), namun kebanyakan hasilnya adalah rasa kecewa dan dendam akan timbul.
6. Memiliki berbagai kebutuhan dan harapan yang tidak realistis dari pasangannya.
Cinta kasih yang sehat : Adanya saling keterbukaan, jujur, mengenali batasan diri masing-masing sehingga kedua belah pihak memiliki integritas diri. Bersama sama menjalani proses tumbuh kembang dan perubahan diri , sehingga bisa menciptakan sebuah hubungan cinta kasih yang sehat. .
Semoga bermanfaat.
Diambil dari berbagai sumber.
Sabtu, 18 Juli 2009
PERBUATAN BAIK YANG KECIL
Nilai-nilai hidup akan selalu menerangi jalan kehidupan, dan memberikan keberanian baru untuk menghadapi hidup dengan penuh kegembiraan.
Perkataan yang baik bisa pendek dan mudah diucapkan, gemanya tidak akan pernah berakhir.
Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati.
Senyuman hangat merupakan bahasa universal tentang kebaikan.
Kebaikan lebih penting dari pada kebijaksanaan, dan menyadari ini adalah awal dari kebijaksanaan.
Jangan biarkan orang datang menemui kita, jika dia pergi tidak menjadi lebih baik dan lebih bahagia.
Mudah-mudahan note ini akan memberikan inspirasi tentang bagaimana caranya agar kita semua dapat membuat hidup ini lebih bermakna.